Home / Edutaimen / 3 Fakta Menarik Tentang Lampung Timur

3 Fakta Menarik Tentang Lampung Timur

seruit.id Kabupaten yang memiliki semboyan “Bumei Tuwah Bepadan” ini ternyata menyimpan sejuta kelebihan yang unik & menarik. Salah satunya adalah pada pilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilakukan serentak pada tanggal 9 Desember 2015 lalu, menghasilkan catatan sejarah bagi Kabupaten Lampung Timur. Kabupaten yang dipimpin oleh Hj. Chusunia Chalim ini menjadi Kabupaten pertama Se-Seumatera yang di pimpin Oleh Perempuan.

Dengan luas wilayah 5.300 km² dan berpenduduk sebesar 989.639 jiwa, Berikut 3 Fakta Unik tentang Lampung Timur lainnya :

1. Taman Nasional Tertua di Indonesia

Berbicara tentang Sejarah Taman Nasional Di Indonesia, tidak lengkap rasanya jika tidak menyinggung Taman Nasional Way Kambas.
Taman Nasional ini terletak di Kabupaten Lampung Timur. Faktanya, Way Kambas merupakan Taman Nasionl tertua diindonesia yang didirikan pada masa pemerintahan belanda,yakni tahun 1937. Tidak Hanya itu, Taman Nasional inipun memiliki Rumah Sakit Gajah yang didaulat sebagai Rumah Sakit Gajah Terbesar Se Asia Tenggara.

2.Danau Terluas di Lampung

Danau Way Jepara, danau yang menjadi Kebanggan Kabupaten lampung timur ini ternyata termasuk Danau Terluas Se-Lampung.
Danau ini terletak di kecamatan Way Jepara. Untuk mencapai danau ini, perlu jarak tempuh sekitar 70 kilometer dari Pusat Kota Bandar Lampung.
selain menjadi tempat mata pencaharian warga setempat sebagai budidaya ikan tawar, danau Way Jepara saat ini juga menjadi salah satu objek wisata unggulan Lampung Timur. Danau ini memiliki panorama pemandangan alam yang masih asri dan indah.

3. Di temuakannya Taman Purba

Menurut sejarahnya, Taman Purbakala yang terletak di desa Pugung Raharjo ini merupakan peninggalan jaman megalitikum. Suatu taman yang tercipta secara alami , membuat Taman Purbakala Lampung Timur memiliki daya tarik tersendiri. Ada beberapa spot yang menarik dikunjungi dalam satu kompleks taman. Pertama yang bisa dilihat adalah pintu gerbang yang menyerupai bangunan candi. Kedua, ada gundukan tanah yang dipenuhi oleh rumput yang sangat rapi menyerupai bukit teletubis. Konon dulunya gundukan ini merupakan bekas benteng. Kemudian masuk lebih dalam terdapat komplek yang disebut dengan batu kandang atau batu mayat. (SR001)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 7 =