Home / Gaya Hidup / 5 HAL UNTUK BERSAHABAT DENGAN KRITIK

5 HAL UNTUK BERSAHABAT DENGAN KRITIK

seruit.id Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan lepas dari kritik, apalagi jika di masyarakat kita ada fungsi dan kedudukan tertentu. Namun demikian kritik akan tetap menjadi warna kehidupan kita. Dalam kritik ada dua hal yang selalu menjadi perhatian yakni isi kritik dan cara penyampaianya.

Ada kritik yang isinya benar dan cara penyampaianya baik, ada pula yang isinya benar tapi cara penyampaianya kurang tepat. Atau isi kritik salah meskipun cara penyampaianya baik. Yang paling celaka jika isi kririk salah cara penyampaianya pun tidak baik. Agar kritik tidak menjadi sesuatu yang menakutkan kiat-kiat berikut dibawah ini bisa dilaksanakan.

Memahami makna kritik Sebaiknya kita menganggap kritik sebagai masukan untuk memperbaiki diri, bukan sebagai ancaman harga diri. Dengan pemahaman seperti ini, akan tercipta sikap positif sewaktu menghadapi kritik.

Mencari kritik Apabila dianggap sebagai hal bermanfaat, carilah dan mintalah kritik dari orang di sekitar kita, dengan begitu dapat diperoleh gambaran mengenai pribadi kita.

Menerima kritik Terimalah kritik dengan lapang dada, jangan menyikapi dengan emosional, sebaliknya hadapilah kritik dengan perasaan tenang dan pikiran jernih.

Evaluasi diri Setelah menerima kritik langkah selanjutnya adalah memilah dan memilihnya, mana yang isinya benar menurut pandangan obyektif dan mana yang salah. Berdasarkan penilaian itu kita dapat mengevaluasi dan menilai diri sendiri secara obyektif.

Perbaiki diri Apabila pribadi kita kurang baik, sudah sepatutnya kalau harus memperbaiki diri. Dalam hal ini kritik dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam pengembangan pribadi. Dengan kritik dapat diketahui sisi yang menjadi kelemahan kita dan harus segera diperbaiki, sehingga terbentuk pribadi yang baik.

Dengan demikian betapa besarnya manfaat kritik dan oto kritik bagi pengembangan kepribadian terlepas kita pejabat publik atau sebagai masyarakat biasa, karena tak ada perbaikan dalam kehidupan dimasyarakat tanpa kritik. (SR002)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

28 − 25 =