Selasa , Desember 12 2017
Home / Ensiklopedi Lampung / Arti Lambang Lampung

Arti Lambang Lampung

Lambang Provinsi Lampung (Foto : Pemprov Lampung)
Lambang Provinsi Lampung (Foto : Pemprov Lampung)

Setiap Provinsi pasti memeliki lambang. Lambang Provinsi itu sengaja dibuat sebagai pengenal setiap Provinsi yang mengantung arti cita-cita, budaya, filosofi dan ciri khas masing-masing Provinsi.

Umumnya lambang Provinsi digambarkan dalam beberapa simbol, tulisan, dan warna yang khas dari Provinsi yang beraangkutan. Penatapan dan penggunaan lambang Provinsi ditetapkan dalam sebuah Peraturan Daerah (Perda).

Sebagai sebuah Provinsi, Lampung juga memiliki lambang Provinsi. Lambang Provinsi Lampung ditetapkan dalam Perda nomor 01/Perda/I/DPRD/71-72 tentang Bentuk Lambang Daerah Provinsi Lampung. Perda tersebut lalu diubah menjadi Perda nomor 4 tahun 2009 tentang Perubahan atas Perda nomor 01/Perda/I/DPRD/71-72.

Lambang Provinsi Lampung memiliki 7 warna dasar, yaitu hijau, biru, cokelat, kuning tua, kuning muda, emas dan putih. Warna hijau melambangkan dataran tingggi yang subur. Warna biru melambangkan Kekayaan sungai dan lautan. Warna cokelat melambangkan dataran rendah yang subur. Warna kuning tua, kuning muda, dan emas melambangkan keagungan, kejayaan dan kebesaran cita-cita masyarakat. Warna putih melambangkan kesucian dan keikhlasan.

Lambang Lampung terdiri dari gambar dan tulisan, yaitu perisai, pita, aksara Lampung, payung, laduk, payam, siger, dun dan buah lada, dan gong. Setiap gambar dan tulisan dalam lambang Lampung memiliki arti dan makna.

Gambar payung dalam lambang Lampung adalah payung jurai yang melambangkan Provinsi Lampung sebagai tempat semua jurai (masyarakat adat) berlindung. Gambar payung ini juga mempunyai simbol, yaitu jari payung berjumlah 17, ruas tepi dibatasi garis tepi yang berjumlah 8, ruas payung berjulah 19 dan rumbay payung berjumlah 45. Simbol tersebut melambangkan kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Gambar daun lada, buah lada, biji lada dan padi bermakna kekayaan tanah Lampung yang subur. Gambar-gambar tersebut juga memiliki simbol kemerdekaan Republik Indonesia. Daun lada berjumlah 17 lembar melambangkan tanggal 17, buah lada berjumlah 8 melambangkan bulan Agustus, dan setangkai padi berjumlah 45 melambangkan tahun 1945. Sedangkan biji Lada berjumlah 64, melambangkan tahun terbentuknya Provinsi Lampung, yaitu tahun 1964.

Terdapat 2 gambar senjata khas masyarakat Lampung dalam Lambang Lampung, yaitu laduk dan payam. Laduk adalah golok khas lampung dan payam adalah tombak pusaka tradisional Lampung.

Gambar perisai segi lima menjadi gambar utama dalam lambang Lampung. Perisai segi lima melambangkan pembangunan Lampung yang berlandaskan Pancasila.

Terdapat juga gambar alat kesenian gong dalam lambang Lampung. Gong melambangkan musyawarah dan demokrasi di Lampung.

Gambar lain yang menjadi ciri khas Lampung dalam lambang Lampung adalah siger atau mahkota khas Lampung. Siger melambangkan adat istiadat dan kebudayaan Lampung. Siger juga bermakna kehidupan terhormat masyarakat Lampung.

Terdapat 2 tulisan Lampung yang bermakna identitas dalam lambang Lampung. 1 tulisan Lampung yang ditulis dalam huruf latin dan 1 tulisan Lampung ditulis dengan had (aksara) Lampung.

Terakhir, dalam lambang Lampung terdapat gambar pita bertuliskan Sai Bumi Ruwa Jurai. Sai Bumi Ruwa Jurai bermakna Lampung sebagai sebuah rumah tangga agung yang didiami oleh 2 jurai (masyarakat adat), yaitu jurai adat pepadun dan jurai adat saibatin.

Pita bertuliskan Saibumi Ruwa Jurai ini merupakan perubahan yang diatur Perda nomor 4 tahun 2009 tentang Perubahan atas Perda nomor 01/Perda/I/DPRD/71-72. Sebelum tahun 2009, gambar pita dalam lambang Lampung bertuliskan Sang Bumi Ruwa Jurai. (SR-001)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *