Home / Gaya Hidup / Berapa Sih Gaji PNS, Kok Setiap Penerimaan CPNS Selalu Ramai?

Berapa Sih Gaji PNS, Kok Setiap Penerimaan CPNS Selalu Ramai?

seruit.id Sempat moratorium, dipastikan di tahun 2017 ini akan dilaksanakan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Baik untuk penerimaan di Kementerian maupun Lembaga serta BUMN. Tak tanggung-tanggung, lowongan penerimaan PNS yang dibuka pada tahun ini mencapai belasan ribu formasi, dan seperti biasanya yang ikut tes mencapai 3 – 4 kali lipat bahkan lebih dari jumlah formasi yang dibuka.

Motivasi dasar bagi para pencari kerja tentu saja untuk mendapatkan gaji atau penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup yang layak. Yang menjadi pertanyaannya, berapa kisaran gaji atau penghasilan para pelamar ini setelah menjadi PNS?

Diketahui setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No.30 tahun 2015 dan ditanda tangani oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 4 Juni 2015, pada pasal 2 dinyatakan bahwa kenaikan gaji PNS berlaku sejak 1 Januari 2015.

Dalam PP No.30/2015 tersebut, diatur besaran kenaikan setiap dua tahun (masa kerja 0-33 tahun) sebesar kurang lebih 3% sampai 3,3% dari gaji pokok perbulan, dengan jumlah gaji PNS terendah golongan I.a dan tertinggi golongan IV.e.

Untuk PNS dengan golongan I.a terendah memiliki gaji pokok setiap bulannya sebesar Rp.1.486.500,- dan mengalami kenaikan setiap dua tahun. Hingga masa kerja ke 26 tahun sebesar Rp.2.224.600,-.

Untuk PNS dengan golongan I.b terendah dengan gaji Rp.1.623.400,-, dan tertinggi sebesar Rp.2.355.200,-. Kemudian I.c terendah Rp.1.692.100,- dan tertinggi sebesar Rp.2.454.800,-. Serta I.d dengan gaji perbulan terendah Rp.1.763.600,- dan tertinggi Rp.2.558.700,-.

Selanjutnya besaran gaji pokok PNS untuk golongan II, terendah untuk golongan II.a sebesar Rp.1.926.000,- dan tertinggi Rp.3.213.000,- di masa kerja 33 tahun.

Untuk golongan II.b, para PNS memiliki gaji pokok terendah sebesar Rp.2.103.300,- dan tertinggi Rp.3.348.900,-. Kemudian golongan II.c terendah Rp.2.192.300,- dan tertinggi Rp.3.490.600,-. Serta golongan II.d terendah Rp.2.285.000,- dan tertinggi Rp.3.638.200,-.

Kemudian besaran gaji pokok PNS untuk golongan III.a terendah sebesar Rp.2.456.700- dan tertinggi Rp.4.034.800,-. Untuk golongan III.b terendah sebesar Rp.2.560.600,- dan tertinggi Rp.4.205.400-. Selanjutnya untuk golongan III.c terendah Rp.2.668.900- dan tertinggi Rp.4.383.300-, serta III.d dengan gaji terendah sebesar Rp.2.781.800,- dan tertinggi sebesar Rp.4.568.800,-.

Selanjutnya besaran gaji PNS dengan golongan IV.a yakni terendah sebesar Rp
2.899.500,- dan tertinggi sebesar Rp.4.762.000,-. Untuk golongan IV.b terendah Rp.3.022.100,- dan tertinggi Rp.4.963.400,-.

Kemudian untuk PNS golongan IV.c gaji terendahnya perbulan sebesar Rp.3.149.900,- dan tertinggi Rp.5.173.400,- di masa kerja 33 tahun. Untuk golongan IV.d PNS memiliki gaji dengan besaran paling rendah Rp.3.283.200,- dan tertinggi Rp.5.392.200,- serta untuk PNS golongan IV.e memiliki gaji terendah Rp.3.422.100,- dan tertinggi dengan masa pengabdian 33 tahun memiliki gaji pokok sebesar Rp.5.620.300,-.

Gaji Pokok Ditambah Lain-Lain

Tiap awal bulan seorang PNS akan menerima gaji bulanan yang pembayarannya masuk ke rekening masing-masing. Selain gaji pokok tersebut di atas, para PNS ini juga mendapatkan tunjangan istri/suami 10% dan tunjangan maksimal dua anak sebesar 2%, masing-masing dihitung dari nilai gaji pokok, serta mendapatkan Tunjangan Umum atau Jabatan struktural dan juga Tunjangan Beras.

Lebih lanjut, setiap PNS juga akan mendapatkan tambahan penghasilan lainnya seperti tunjangan kinerja, uang makan serta honor Staf Pengelola Keuangan (SPK).

Sebagai ilustrasi, Badrun seorang PNS KPU baru 1 tahun 1 bulan bekerja. Lulusan S1 dan pertama kali diangkat PNS pada Golongan III.a dengan masa kerja golongan 0 tahun, memiliki jabatan Verifikator Keuangan (Fungsional Umum) sebagai Staf Pengelola Keuangan (SPK) dengan pagu 6 Milyar Rupiah, serta mempunyai istri dan 1 anak, dengan kehadiran kerja 20 hari dalam sebulan.

Dengan gaji pokok sebesar Rp.2.456.700,- ditambah tunjangan istri dan anak Rp.294.804,-, ditambah Tunjangan umum golongan III.a Rp.185.000,-, ditambah tunjangan beras Rp.217.260,-, dikurangi iuran sebesar Rp.282.150, berarti Badrun memiliki gaji bersih Rp.2.871.650,- setiap bulan.

Berdasarkan Keputusan Sekjen KPU No.53/2016 tentang Juknis Pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin) Pegawai di Lingkungan Sekjen KPU, Badrun memiliki jabatan Verifikatur ada di grade/kelas jabatan 6 dengan besaran Tukin Rp.2.399.000,- perbulan.

Berdasarkan PMK 72/2016, PMK 65/2015 dan PMK 33/2016, sebagai PNS golongan III Badrun mendapatkan uang makan sebesar Rp.32.000,-/hari untuk setiap kehadirannya di kantor. Itu artinya Badrun mendapatkan tambahan lagi setiap bulannya berupa uang makan sebesar Rp.608.000,- setelah dipotong PPh 21 sebesar 5%.

Sebagai Staf Pengelola Keuangan dengan Pagu 6 Milyar Rupiah, Badrun mendapatkan tambahan lagi berupa Honor sebesar Rp.
640.000,- setiap bulan (PMK 65/2015 dan PMK 33/2016 tentang besaran honor disesuaikan dengan pagu anggaran yang dikelola).

Jika disimpulkan, dari simulasi perhitungan penghasilan di atas, Badrun seorang pegawai yang masih baru, dia mendapatkan penghasilan per bulannya sebagai berikut :

Gaji Bulanan Rp2.871.650,-.
Tunjangan Kinerja Rp2.399.000,-
Uang Makan Rp608.000,-.
Honor SPK Rp640.000
Jika ditotal, besar penghasilan gaji PNS per bulan sebesar Rp.6.518.650,- setiap bulan.

Bagaimana menurut anda, cukup besar atau masih kurang besar? Silakan dinilai masing-masing. Perlu diketahui, angka tersebut di atas, masih belum ditambah dengan komponen penghasilan PNS lainnya yang tak tetap setiap bulan.

Komponen tersebut seperti uang saku perjalanan dinas, transport perjalanan dinas dalam kota, uang saku diklat, uang saku RDK, Vakasi Pengawas Ujian, dan masih banyak komponen penghasilan lainnya sesuai karakteristik tempat PNS tersebut bekerja.

Bagi Guru dan Dosen, mereka menerima juga tunjangan profesi guru dan dosen bagi yang sudah memiliki sertifikat.

Membaca ilustrasi di atas, menjadi hal yang wajar setiap ada penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) selalu saja ramai peminatnya. (SR002)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 5 =