Selasa , Januari 23 2018
Home / Pesawaran / Padi Sigabal, Padi Unggulan Desa Mulyosari

Padi Sigabal, Padi Unggulan Desa Mulyosari

Ladang Padi Sigabal (Foto : http://mulyosari.desa.id)
Ladang Padi Sigabal (Foto : http://mulyosari.desa.id)

Saat ini banyak petani terbiasa menanam padi di sawah yang melimpah air dan sedikit sekali petani yang menanam padi di ladang. Selain karena minimnya bibit padi ladang yang dijual di pasaran, petani juga lebih memilih ladangnya ditanam dengan tanaman lain, semisal kakao, kopi atau pun tanaman buah.

Di Lampung, tak banyak daerah yang petaninya menanam padi ladang. Namun, di Desa Mulyosasari, Way Ratai, Pesawaran, masih banyak ditemui petani yang menanam padi ladang. Padi ladang yang ditanam petani di Desa Mulyosasari adalah padi Sigabal. Biasanya petani di Desa Mulyosasari mulai menanam padi Sigabal pada bulan September atau di saat musim penghujan tiba.

Padi Sigabal tidak memerlukan air yang banyak, dapat dipupuk menggunakan pupuk kandang. Selain itu padi Sigabal dapat ditanam dengan sistem tumpang sari dengan tanaman kebun lainnya dengan masa tanam 5 hingga 6 bulan.

Yustinus Cahyono, Kaur Pembangunan Pemerintah Desa Mulyosasari, menjelaskan bahwa padi Sigabal banyak ditanam di Dusun Fajar Bulan, Desa Mulyosasarii. Menurutnya, bibit padi Sigabal yang ditanam petani di Dusun Fajar Bulan tersebut ditangkar dan ditanam secara tradisonal.

“Padi Sigabal sering disebut warga Desa Mulyosasari sebagai padi merah, ladang padi ini yang terluas di Dusun Fajar Bulan adalah ladang milik Pak Sopian, luasnya 10 ha dan ditanam secara tradisional”, tambah Yustinus Cahyono.

Yustinus Cahyono juga menambahkan, ladang padi yang luas di Dusun Fajar Bulan itu merupakan salah satu keindahan pemandangan tersendiri di Desa Mulyosasari. Menurutnya, hamparan ladang padi Sigabal di ladang seluas 10 ha membuat kita berada di tengah sawah, apalagi jika mendekati masa panen, dimana padi yang mulai menguning menjadi pemandangan indah yang menakjubkan.

Yustinus Cahyono berharap pihak-pihak terkait, terutama Dinas Pertanian dan Perkebunan Pesawaran, ikut membina dan melestarikan keberadaan padi Sigabal karena dapat memenuhi kebutuhan pangan warga Desa Mulyosasari. Selain itu, Yustinus Cahyono juga berharap pihak terkait juga membantu petani padi Sigabal mengatasi serangan hama babi hutan yang selama ini hanya cegah dengan jaring nilon. (SR-001)

Baca Juga :

One comment

  1. Pertanian dan bibit model ini harus dilestarikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *