Selasa , Desember 12 2017
Home / Ensiklopedi Lampung / Penetapan Kalianda Sebagai Ibukota Lampung Selatan

Penetapan Kalianda Sebagai Ibukota Lampung Selatan

Lambang Lampung Selatan (Foto : Pemkab Lampung Selatan)
Lambang Lampung Selatan (Foto : Pemkab Lampung Selatan)

Lampung Selatan adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung. Namunn, tahukah anda bahwa ibukota Lampung Selatan, sebelumnya bukanlah Kalianda, seperti pada masa sekarang.

Secara resmi, Lampung Selatan menjadi salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung berdasarkan UU No. 14 tahun 1964 tentang Pembentukan Provinsi Daerah TK I Lampung. Sebelumnya, Lampung Selatan adalah Kabupaten yang menjadi bagian wilayah Sumatera Selatan.

Sebelum tahun 1959, ibukota Lampung Selatan berada di Teluk Betung-Tanjung Karang. Dengan ditingkatkannya status Teluk Betung-Tanjung Karang menjadi Kotapraja berdasarkan UU nomor 28 tahun 1959, Lampung Selatan “kehilangan” ibukotanya karena berada di luar wilayah administrasinya.

Dengan kata lain, Lampung Selatan belum memiliki ibukota sejak tahun 1959. Proses pemindahan ibukota Lampung Selatan baru dimulai pada tahun 1968.

Salah Satu Sudut Kota Kalianda (Foto : http://bit.ly/22XnF7h)
Salah Satu Sudut Kota Kalianda (Foto : http://bit.ly/22XnF7h)

Usaha-usaha untuk memindahkan Ibu Kota Kabupaten Daerah TK II Lampung Selatan dari Wilayah Kota Madya Daerah TK II Tanjung Karang-Teluk Betung ke Wilayah Administrasi Kabupaten Daerah TK II Lampung Selatan telah dimulai sejak tahun 1968.

Pemerintah Pusat ikut membantu proses pemindahan ibukota Lampung Selatan dari Teluk Betung-BandarLampung. Dengan Surat Edaran Mendagri nomor Pemda 18/2/6 tertanggal 15 Mei 1973, Lampung Selatan di dorong untuk mempunyai rencana induk ibukota Kabupaten hingga tahun pertama Repelita III.

Pemerintah Provinsi Lampung juga turut serta dalam proses pemindahan ibukota Lampung Selatan. Melalui naskah kerjasama Pemerintah Provinsi Lampung dan Lembaga Penelitian dan Planologi Departemen Planologi Institut Teknologi Bandung (LPP-ITB), nomor OP.100/791/Bappeda/1978 dan nomor LPP.022/NKS/Lam/1978 tanggal 24 Mei 1978, dilakukan penelitian tentang wilayah ibukota Lampung Selatan. Dari 20 ibukota Kecamatan yang ada di Lampung Selatan yang diteliti, terpilih Pringsewu dan Kalianda sebagai calon ibukota Lampung Selatan.

Peta Kalianda (Foto : Google Map)
Peta Kalianda (Foto : Google Map)

Tim Departemen Dalam Negeri (Depdagri) juga melakukan penelitian calon ibukota Lampung Selatan dengan Surat Perintah Tugas nomor 259/V/BKT/1980 tertanggal 17 Mei 1980. Penelitian lapangan yang dilakukan pada 19 Mei 1980 hingga 29 Mei 1980 ini menghasilkan Kota Agung, Talang Padang, Pringsewu, Katibung, Kalianda dan Gedung Tataan sebagai alternatif calon ibukota Lampung Selatan.

Namun, dengan mempelajari kembali hasil penelitian LPP-ITB dan hasil penelitian Mei 1980, serta berbagai masukan dan pertimbangan dari berbagai pihak, Tim Depdagri menilai Kalianda adalah Kota yang tepat untuk calon ibukota yang baru Lampung Selatan. Dari hasil penelitian dan rekomendasi Tim Depdagri, Menteri Dalam negeri (Mendagri)menetapkan Desa Kalianda, Desa Bumi Agung dan Desa Way Urang sebagai lokasi calon ibukota Kabupaten Lampung Selatan dengan surat Mendagri nomor 135/3009/PUOD tertanggal 28 Juli 1980.

Kalianda kemudian ditetapkan sebagai ibukota Lampung Selatan melalui Peraturan Pemerintah No. 39 tahun 1981. Kota Kalianda yang terdiri dari Kelurahan Kalianda, Kelurahan way Urang dan Kelurahan Bumi Agung, ditetapkan menjadi ibukota Lampung Selatan pada 3 Nopember 1981.

Peresmian Kalianda menjadi ibukota Lampung Selatan baru dilakukan pada  11 Februari 1982. Sedangkan, Kalianda diresmikan menjadi pusat kegiatan pemerintahan Lampung Selatan oleh Mendagri Amir Machmud pada 10 Mei 1982. (SR-001)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *