Home / Sosok / Saipudin, Kades Yang Paham Derita Rakyatnya

Saipudin, Kades Yang Paham Derita Rakyatnya

Saipudin, Kades Mulyosari, Way Ratai, Pesawaran (Foto : Desa Mulyosari)
Saipudin, Kades Mulyosari, Way Ratai, Pesawaran (Foto : Desa Mulyosari)

Saipudin adalah Kepala Desa (Kades) Mulyosari, Way Ratai Pesawaran. Kades Mulyosari yang akrab disapa Pak Ujang ini dikenal warganya sebagai pekerja keras dan suka membantu warganya yang sedang dalam masalah.

Lelaki kelahiran Metro, 15 Desember 1974 ini, berperan penting dalam terbentuknya Desa Mulyosari. Sejak tahun 2009, suami dari Marfu’atun ini, bersama warganya untuk membentuk Desa Mulyosari yang dimekarkan dari Desa Ponco Rejo, Way Ratai, Pesawaran.

Karir Saipudin, yang hanya lulusan SMP ini, dimulai dengan menjadi Kepala Dusun Taman Sari pada tahun 2008. Bersamaan dengan mekarnya Desa Mulyosari dari Desa Ponco Rejo, Saipudin didapuk warganya untuk menjadi Penjabat Kades Mulyosari sejak 31 Oktober 2010. Kemudian, ayah dari Septiana Putri Utami dan Muhamad AKbar Bramasta ini resmi menjadi Kades Mulyosari pada 23 Agustus 2012.

Kades Mulyosari dan Bupati Pesawaran dalam Sebuah Kesempatan (Foto : Desa Mulyosari)
Kades Mulyosari dan Bupati Pesawaran dalam Sebuah Kesempatan (Foto : Desa Mulyosari)

Kehidupan yang keras di masa kecilnya, menjadikan Saipudin menjadi pribadi yang tekun dan amanah. Sejak lulus SMP, Saipudin telah merasakan kerasnya hidup di perantauan dengan bekerja serabutan untuk menyambung hidup dan membiayai sekolahnya di jenjang SMK. Namun, Saipudin akhirnya memilih untuk mengakhiri sekolahnya di SMK untuk merantau ke Jakarta.

Di Jakarta, kepedulian sosial Saipudin tumbuh. Di masa perantauannya, di Jakarta, Saipudin dikenal rekan-rekannya sebagai pribadi yang suka menolong dan memahami kondisi sosial politik Indonesia. Di Jakarta juga, akhirnya Saipudin bertemu jodohnya dan memiliki seorang putri.

Kerasnya kehidupan Jakarta dan keinginan kembali ke desa, mendorong Saipudin memboyong istri dan putrinya kembali ke desa, di Lampung. Sekembalinya di desa, Saipudin aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, seperti pengajian dan gotong royong. Keaktifannya inilah yang membuat Saipudin di dapuk warga Dusun Taman Sari untuk menjabat Kepala Dusun yang kemudian berlanjut hingga menjabat Kades Mulyosari.

Kades Mulyosari dan Istri (Foto : Desa Mulyosari)
Kades Mulyosari dan Istri (Foto : Desa Mulyosari)

Keaktifan Saipudin dalam membantu sesama dan berbagai kegiatan kemasyarakatan bukan didasari untuk memperoleh popularitas atau mengejar jabatan dalam Pemerintahan Desa Mulyosari. Kepeduliannya terhadap sesama adalah hikmah dari pertolongan masyarakat Dusun Taman Sari terhadap musibah kebakaran yang menimpa keluarganya, dikala Ia masih kecil.

Musibah kebakaran yang menimpa keluarganya tersebut menghanguskan seluruh rumah dan harta benda keluarga Saipudin. Namun, atas pertolongan masyarakat Dusun Taman Sari, seluruh anggota keluarganya selamat, rumah keluarganya kembali berdiri dan sumbangan harta benda mengalir kepada keluarganya sehingga mampu melanjutkan kehidupan.

Aktivitas Pembangunan Infrastruktur yang Dipimpin Langsung Kades Mulyosari (Foto : Desa Mulyosari)
Aktivitas Pembangunan Infrastruktur yang Dipimpin Langsung Kades Mulyosari (Foto : Desa Mulyosari)

Hikmah dan pertolongan masyarakat inilah yang menjadi motivasi Saipudin untuk menjadi Kepala Dusun dan Kades di Desa Mulyosari Baginya, jabatan Kades Mulyosari adalah amanah untuk mencegah masyarakat tertimpa musibah dan membantu masyarakat yang terbelit kesusahan.

Dimasa jabatannya sebagai Kades Mulyosari, Saipudin berhasil membawa Desa Mulyosari keluar dari status desa tertinggal. Melalui pembangunan desa, Saipudin juga mampu meningkatkan taraf kesejahteraan warganya sehingga tak ada lagi warganya yang berada di bawah garis kemiskinan. Di masa kepemimpinannya, Saipudin berhasil membuat jalan di Desa Mulyosari tak berlubang, membangun sarana pra sarana pertanian dan perkebunan serta mengaktifkan kegiatan sosial keagamaan dan pemuda. (SR-001)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

93 − = 89