Home / Komunitas / SHK Lestari, Organisasinya Masyarakat Pengelola Hutan

SHK Lestari, Organisasinya Masyarakat Pengelola Hutan

Mubes V SHK Lestari (Foto : http://bit.ly/1L5270n)
Mubes V SHK Lestari (Foto : http://bit.ly/1L5270n)

Tak banyak masyarakat yang berkeinginan berorganisasi. Banyak yang beralasan malas, tidak ingin berkonflik dan tidak ingin terikat jika diajak berorganisasi.

Namun, tak hal tersebut tidak berlaku bagi petani yang bermukim di pinggir hutan Taman Hutan Raya Wan Abdurahman (Tahura WAR). Petani yang umumnya tinggal di Desa Hurun, Desa Hanura dan Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, ternyata giat berorganisasi.

Logo Organisasi SHK Lestari (Foto : http://bit.ly/1oOuvcP)
Logo Organisasi SHK Lestari (Foto : http://bit.ly/1oOuvcP)

Sejak 14 Februari 2002 petani di 3 desa tersebut mendirikan organisasi bernama Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari. SHK Lestari adalah organisasi petani yang mengelola tanam tumbuh di kawasan Tahura WAR.

Tetapi, jangan salah, walaupun anggota SHK Lestari bekerja mengelola tanam tumbuh di kawasan hutan, mereka ternyata tidak suka merusak hutan. Sejak berdiri, hingga sekarang, anggota SHK Lestari rajin menanam tanaman konservasi di kawasan Tahura WAR.

Selain menanam kakao dan kopi, anggota SHK Lestari rajin menanam tanaman konservasi seperti duren, kemiri, dan pohon kayu lainnya untuk mengkonservasi lahan kritis di kawasan Tahura WAR. Dengan menanam tanaman buah yang termasuk tanaman konservasi, SHK Lestari berhasil menghijaukan lahan kritis di kawasan Tahura WAR sekaligus mensejahterakan petani yang menjadi anggota SHK Lestari.

Usaha Kerajinan Gula Merah SHK Lestari (Foto : http://bit.ly/1OOyXgQ)
Usaha Kerajinan Gula Merah SHK Lestari (Foto : http://bit.ly/1OOyXgQ)

Agus Guntoro, Ketua SHK Lestari, menjelaskan tentang penting bagi anggotanya untuk memahami pentingnya usaha konservasi hutan. Agus Guntoro menjelaskan bahwa SHK Lestari yang dipimpinnya aktif melatih anggotanya dengan metode bercocok tanam yang berwawasan konservasi.

“SHK lestari juga melatih anggota untuk menguasai pengetahuan navigasi sehingga mampu memetakan lahan yang dikelolanya’, tambah Agus Guntoro.

Pada tahun 2006, SHK Lestari mengusulkan dibentuknya pengelolaan ekowisata di kawasan Tahura WAR kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura WAR dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung. Usulan ekowisata ini digulirkan SHK Lestari karena kawasan Tahura WAR memiliki banyak potensi wisata, seperti air terjun, gua, kehidupan primata dan kehidupan burung endemik. Selain itu, usulan ekowisata ini digulirkan SHK Lestari sebagai usaha mengalihkan usaha masyarakat di sekitar Tahura WAR untuk mengkonversi lahan hutan Tahura WAR.

Kegiatan Belajar Komputer Anggota SHK Lestari (Foto : http://bit.ly/1ShmEjV)
Kegiatan Belajar Komputer Anggota SHK Lestari (Foto : http://bit.ly/1ShmEjV)

Namun, usulan ekowisata ini ditolak mentah-mentah oleh UPT Tahura WAR dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung. UPT Tahura WAR dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung takut jika ekowisata diperbolehkan, masyarakat akan menebang pohon di kawasan Tahura WAR.

Gagalnya usulan ekowisata tak lantas membuat SHK lestari patah semangat untuk memperjuangkan usaha konservasi kawasan Tahura WAR, SHK Lestari lalu menggerakan anggotanya untuk menghidupkan usaha ekomi kolektif sebagai langkah mencegah anggotanya mengkonversi kawasan hutan Tahura WAR. Anggota SHK Lestari untuk membuat usaha kopi bubuk, jual beli kemiri, serta memproduksi kerajinan sirop buah belimbing wuluh, gula merah dan keripik pisang.

Langkah lain yang ditempuh SHK Lestari untuk mencegah anggotanya mengkonversi kawasan hutan Tahura WAR, SHK Lestari juga memberikan pendidikan keterampilan kerja kepada anggotanya. Sejak 2006, SHK Lestari membangun sekolah rakyat yang memberikan pendidikan keterampilan mengoperasionalkan komputer, memanfaatkan internet dan mengajarkan bahasa Inggris.

Agus Guntoro berharap, UPT Tahura WAR dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung mengapresiasi upaya SHK Lestari mencegah anggotanya mengkonversi kawasan hutan Tahura WAR ini. Agus Guntoro juga berharap UPT Tahura WAR dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dapat bekerjasama dengan SHK Lestari untuk mempertahankan kawasan hutan Tahura WAR. (SR-001)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

25 + = 28