Bandar Lampung Miliki 8 Jalan Layang

252

seruit.id Kota Bandar Lampung merupakan kota terbesar di Provinsi Lampung, dan menjadi kota terpadat ketiga di Pulau Sumatera. Kota Bandar Lampung memiliki andil penting dalam jalur transportasi darat di Pulau Sumatera.

Kota Bandar Lampung menjadi pusat kegiatan ekonomi Provinsi Lampung. Selain itu, Kota Bandar Lampung menjadi pusat perdagangan terbesar di Lampung, dimana komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan cengkeh diperdagangkan. Kota Bandar Lampung juga menjadi pusat pengolahan komoditas unggulan Provinsi Lampung tersebut, dimana tumbuh industri besar, industri menengah dan industri rumah tangga.

Jalan layang yang Menghubungkan Jalan Sultan Agung dan jalan Ryacudu (Foto : Rifky Indrawan)
Jalan layang yang Menghubungkan Jalan Sultan Agung dan jalan Ryacudu (Foto : Rifky Indrawan)

Sejak tahun 2013, Kota Bandar Lampung telah memiliki 8 (delapan) jalan layang atau lebih dikenal dengan flyover. Jalan layang tersebut dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Walikota Herman HN untuk mengurai kemacetan yang mulai menjadi masalah di Kota Bandar Lampung.

Ke delapan jalan layang tersebut adalah Jalan layang yang menghubungkan :

  1. Jalan layang yang menghubungkan jalan Sultan Agung dan jalan Ryacudu, dengan panjang 350 meter dan lebar 12 meter. Diresmikan pada 8 Juli 2013.
  2. Jalan layang yang menghubungkan jalan Antasari dan jalan Tirtayasa, dengan panjang 425 meter dan lebar 12 meter. Diresmikan pada 8 Juli 2013.
  3. Jalan layang yang menghubungkan jalan Gajah Mada jalan Juanda, dengan panjang 585 meter dan lebar 9 meter. Diresmikan pada 1 Januari 2014.
  4. Jalan layang yang menghubungkan jalan Ki Maja dan jalan Ratu Dibalau, dengan panjang 279 meter dan lebar 10 meter. Diresmikan pada 1 Januari 2016.
  5. Jalan layang yang menghubungkan jalan Antasari dan jalan Gajah Mada, dengan panjang 310 meter dan lebar 9 meter. Diresmikan pada 26 Desember 2016.
  6. Jalan layang yang menghubungkan jalan ZA Pagar Alam dan jalan Teuku Umar dengan panjang 400 meter dan lebar 12 meter. Diresmikan pada 1 Januari 2018.
  7. Jalan layang yang menghubungkan jalan Pramuka dan jalan Cik Ditiro,  dengan panjang 368 meter dan lebar 10 meter. Diresmikan pada 25 Januari 2018.
  8. Jalan layang yang menghubungkan jalan Pramuka dan jalan Indra Bangsawan,  dengan panjang 140,7 meter dan lebar 7 meter. Diresmikan pada 25 Januari 2018.

Ke depan, Pemkot Bandar Lampung berencana menambah lagi 2 (dua) jalan layang lainnya. Ke dua jalan layang tersebut adalah jalan layang yang menghubungkan jalan Untung Surapati dan jalan RA Basyid, serta jalan layang yang menghubungkan jalan Kapten Abdul Haq dan jalan H Komarudin. (SR002)