Tahukah Anda? Media Sosial Dapat Mengganggu Psikologi Anda Lho

59

seruit.id Sejak pertama kali diluncurkan, jenis media sosial seperti Instagram dan Facebook begitu menyita perhatian masyarakat di seluruh penjuru dunia. Tak heran, karena dengan laman maya ini, orang bisa saling terhubung satu sama lain tanpa perlu bertatap muka, cukup melalui tulisan singkat atau foto. Bahkan, adanya media sosial sangat memungkinkan seseorang untuk menjalin relasi atau pertemanan dengan orang lain dari belahan bumi yang lain.

Namun, terlalu sering bermain atau menghabiskan waktu untuk bermedia sosial ternyata akan berpengaruh buruk terhadap psikologi Anda. Bagaimana tidak? Di media sosial, Anda bebas mengunggah konten visual apa saja. Bahkan ada bermacam filter atau effects yang bisa membuat foto yang diunggah terlihat lebih menarik. Ironisnya, seseorang cenderung selalu membandingkan bentuk tubuhnya dengan orang lain di media sosial, terlebih remaja perempuan dan wanita, dengan demikian akan mengubah persepsi terhadap bentuk tubuh (body image). Hal inilah yang akan memengaruhi kesehatan mental dan perilaku Anda.

Mereka pun akan melakukan berbagai cara, mulai dari mengubah pola makan hingga kebiasaan, demi mencapai bentuk tubuh yang menurut mereka ideal. Hal ini tentu saja akan membuat diri lebih rentan mengalami stres dan depresi yang berujung pada berbagai masalah kesehatan. Tidak hanya itu, ketika Anda akhirnya jatuh sakit maka akan kehilangan waktu produktif.

Media sosial memang tidak berperan langsung dalam menyebabkan perubahan bentuk tubuh seseorang. Meski begitu, eksistensinya memiliki pengaruh yang begitu besar sebagai pemicu terjadinya masalah ini, terutama bagi pengguna yang memiliki permasalahan psikologis tertentu. Pasalnya, media sosial menjadi platform yang secara tidak langsung digunakan untuk saling bersaing dan memamerkan citra diri, termasuk bentuk tubuh. Tidak hanya stres, munculnya masalah makan (eating disorder) pun tidak dapat dihindari.

Bijaklah dalam menggunakan media sosial. Anda harus paham bahwa apa yang terlihat di media sosial bukan sepenuhnya realita. Dengan begitu, Anda tidak rentan terpengaruh dan tidak memiliki citra buruk terhadap diri sendiri. Hal ini disebabkan karena dampak media sosial dalam hal body image cenderung membahayakan. Terlebih lagi bagi Anda seorang pengusaha, yang akan berpengaruh terhadap image di mata kolega.

Agar tidak terjadi pada diri Anda, sebaiknya tidak terlalu sering mengakses laman media sosial. Alih-alih bercengkrama terlalu lama di dunia maya, lebih baik Anda menghabiskan waktu luang dengan bertemu langsung dengan kerabat dan membaca buku. (SR111)